Popular Post

Nutrisi Makanan Beku Lebih Utuh

By : Pratama Putra




 



Banyak orang menghindari makanan yang dibekukan, dikeringkan, atau makanan kaleng dengan alasan tidak sehat. Padahal, berbeda dengan kepercayaan banyak orang, makanan beku justru memiliki banyak keunggulan.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Science and Agriculture menemukan bahwa produk makanan segar sebenarnya sudah kehilangan banyak nutrisinya dibandingkan dengan makanan beku atau makanan kaleng.

Untuk mendapatkan nutrisi secara utuh, idealnya kita mengonsumsi buah atau sayuran yang baru dipetik. Namun di zaman modern seperti sekarang ini hampir tidak ada orang di perkotaan yang menanam buah dan sayur di pekarangannya.

Elizabeth Pivonka, ahli gizi dan presiden Produce for Better Health Foundation mengungkapkan, ada banyak alasan untuk memilih produk beku atau kaleng, antara lain biaya yang lebih murah dan nutrisi yang utuh.

Proses pembekuan makanan sebenarnya berfungsi untuk mengurangi kerusakan dinding sel pada makanan. Clarence Birdseye yang dikenal sebagai penemu teknik pembekuan makanan konon mempelajari teknik itu dari orang Eskimo.

Keunggulan dari makanan beku antara lain prosesnya dilakukan tak lama setelah makanan tersebut dipetik atau ikan yang baru ditangkap. Dengan demikian nutrisi yang terbuang hanya sedikit.

Berbeda dengan mitos yang dipercaya banyak orang, makanan beku atau kaleng tidak memerlukan zat pengawet. Ini karena tekniknya, yakni diletakkan dalam wadah kedap udara, memungkinkan makanan itu tetap awet

Selain itu Pivonka menjelaskan jenis pengawetan lain yang juga menjaga nutrisi makanan, yakni pengeringan. "Keuntungan dari makanan yang dibeku keringkan adalah nutrisinya utuh. Selain itu warna, tekstur, dan bentuknya tak rusak," katanya.

KOMPAS.com - 
Tag : ,

Kalau Ragu, Petugas Apotek Wajib Cek dan Tolak Resep

By : Pratama Putra
Jakarta, Kompas - Petugas apotek harus mengedepankan keselamatan pasien dan tidak hanya berorientasi pada keuntungan penjualan obat. Apoteker harus berani menolak resep dokter atau permintaan konsumen yang mencurigakan atau meragukan.

”Kalau ada resep dokter yang Anda ragukan, lakukan konfirmasi kepada dokter yang bersangkutan. Kalau tidak bisa dikonfirmasi, tolak saja dengan menjelaskan secara baik kepada konsumen untuk menghindari kesalahan,” kata M Nasser, Ketua Umum Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia, dalam Seminar Kefarmasian untuk Apoteker Indonesia yang digelar Lingkar Studi Farmasi (LSF), Sabtu (17/3), di Jakarta.

Selain Nasser, LSF juga menghadirkan Direktur Pengawasan Produk Terapetik dan PKRT Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roland Hutapea dan Site Change Coordinator-Quality Department Novartis Singapore Pharmaceutical Manufacturing Mimi Virlany Syahputri.

Ia mengatakan, kesalahan dalam membaca resep bisa berakibat buruk bagi kesehatan, bahkan keselamatan pasien. Jika dilakukan penyelidikan, apoteker bisa diproses hukum.

Apoteker wajib mengubah paradigma pelayanan kefarmasian. Dari yang semula berorientasi pada pengelolaan obat sebagai komoditas, menjadi orientasi pada pelayanan komprehensif berbasis pasien. Hal ini termasuk kedisiplinan apoteker yang secara ketat tidak melayani obat- obatan keras tanpa resep dokter.

Lebih lanjut, apoteker perlu curiga jika ada konsumen membawa resep berisi bahan narkotika/psikotropika, apalagi jika permintaannya tidak masuk akal dari sisi komposisi dan waktu konsumsi serta memaksa agar apotek memberikan obat itu.

”Kalau merasa curiga, sebaiknya lapor kepada pihak berwenang atau polisi. Obat-obatan seperti itu diawasi ketat,” kata Roland Hutapea.

Ia menyatakan, pihaknya terus mengawasi apoteker, di antaranya untuk menangkal peredaran obat palsu dan obat ilegal. Beberapa temuan pengawasan itu adalah pengadaan obat dari sumber tidak jelas dan penyaluran obat keras dalam jumlah besar kepada perseorangan.

Untuk menangani, kata Hutapea, BPOM terkendala penanganan dan vonis hukum pengadilan yang lemah. Karena itu, ia fokus pada pencegahan kepada apotek agar tidak lagi menyalurkan obat keras kepada perseorangan dan toko obat untuk mencegah penyalahgunaan obat. (ICH)
Tag : ,

Cara Ampuh Menghentikan Pertengkaran Dengan Si Dia

By : Pratama Putra
 

     Pernah berantem sama pacar atau pasangan loe? Beda pendapat sampai ribut sama pasangan tuh hal yang biasa guys. Tapi tetep kita harus menjaga emosi supaya nggak berlebihan. Nah, jangan sampai waktu kita beda pendapat or berantem sama pasangan, kita mengeluarkan kata-kata yang menyakiti.  Tapi suasana panas yang berlarut-larut bisa bikin nggak oke hubungan loe  kedepannya.  Trus gimana ngebahas masalah  tanpa bikin si dia jadi panas hati?
Loe bisa bilang….
“Aku cuma mau ngeluarin uneg-uneg sayang. Kamu enggak harus mencari jalan keluarnya.”
Kalimat ini merupakan cara yang baik, loe hanya ingin mengungkapkan apa yang mengganjal dihati loe, tanpa berniat konfrontasi.
“Tolong, pahami aku.”
Sebaiknya loe bilang kalimat ini sebelum memulai percakapan, untuk memastikan kalo loe berdua melontarkan masalah dengan tetap mempedulikan perasaan masing-masing.
“Ini penting buat aku. Tolong dengarkan.”
Saat merasa kesal dan membahas suatu masalah, kita cenderung untuk tidak mendengarkan apa yang disampaikan pasangan. Sebaliknya, loe akan sibuk berpikir apa yang harus dikatakan untuk membalas ucapan pasangan yang tidak nggak ngenakin hati. Tunggulah sampai beberapa detik sebelum menyampaikan poin-poin paling penting pada pasangan.
“Aku juga salah.”
Kalo ada  masalah, memang paling gampang menyalahkan pasangan sebagai pihak yang menciptakan masalah. Nggak ada orang yang senang disudutkan. So guys,loe bisa bilang ke dia kalo loe juga ambil andil , biarpun sedikit.
“Ayolah, kita sudah keluar dari masalahnya.”
Gunakan kalimat ini untuk mengarahkan kembali percakapan ke masalah utama yang ingin diselesaikan. Jadinya nggak melebar kemana-mana apalagi mengungkit-ngungkit masa lalu.
“Apa sih yang kita ributkan?”
Masalah kecil bisa berubah menjadi masalah besar, apalagi kalo sering terjadi dan masalah yang dibahas itu-itu saja. Daripada mempermasalahkan hal-hal kecil tersebut dan membuatnya mengambang tanpa solusi terus-menerus, lebih baik komunikasikan dengan pasangan apa yang sebenarnya mengganggu kalian berdua.
Kalo sudah menemukan apa sumber masalahnya, hal ini bisa diikuti dengan pernyataan:
“Ini bukan hanya masalah kamu, tetapi masalah kita berdua.”
Pernyataan ini bisa mengubah dinamika pertengkaran dari loe dan doi, menjadi bagaimana loe dan doi berusaha mengatasi masalah tersebut.
“Ya sudah, kita berpikir dulu lah.”
Saat sedang emosi, kita akan cenderung mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. Kalo kamu merasakan dorongan untuk mengatakan sesuatu untuk membalas sakit hati loe, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah berhenti berbicara. Beri waktu untuk kalian berdua berpisah, menenangkan diri dan saling berpikir. Bila mungkin, tunda satu atau dua hari untuk bertemu lagi. Itu berarti loe memberi kesempatan amarah untuk mereda lebih dulu.
“Aku sayang sama kamu.”
Tak ada sesuatu pun yang sanggup meluluhkan hati seseorang yang sedang dilanda amarah, kecuali menyampaikan perasaan loe  yang paling dalam kepadanya. loe akan segera menyadari, bahwa dirinya sangat berarti untuk loe, dan loe nggak ingin kehilangan dia hanya karena memuaskan rasa kesal yang tak ada habisnya. 

so guys,gimana dengan cara-cara diatas??bisa dibuktikan kok :)
gua harap,meskipun bertengkar itu wajar,tapi menurut gua gak usah terlalu sering,itu akan membuat si doi bosan dengan loe,kalau sudah bosan yaaaaaaa,tunggu kejadian selanjutnya ;)

terima kasih telah berkunjung, keep smlie ;)

- Copyright © Celoteh Farmasi - imamah listiya - Powered by Blogger - Designed by pratama -